Diduga Siloam Hospital Lippo Cikarang Mengintervensi Pengunjung Pasien Setelah Berita Viral, SA Meminta Beritanya Dihapus

  • Whatsapp

BEKASI– Diduga Pihak Siloam Hospital Lippo Cikarang (RS SHLC) mengintervensi pengunjung pasien yang berinisial SA setelah berita viral, melalui teror telepon berulang  dengan menggunakan nomor telepon kantor dengan kode area 021, hingga SA meminta beritanya dihapus.

Permintaan penghapusan berita tersebut disampaikan SA kepada Wartawan TERDEPAN melalui pesan WhatShap usai Dirinya mengaku berkali-kali ditelepon seseorang dengan menggunakan nomor telepon kode area 021.

Bacaan Lainnya

“Hari ini sudah ada panggilan telpon tak terjawab banyak dari nomor nol-dua-satu, maka Saya minta berita itu di takedown atau Saya akan ambil tindakan tegas,”serunya seakan mengancam dalam tulisannya dalam  pesan komunikasi SA dengan wartawan TERDEPAN via WhatShap.

Ia melanjutkan kemarahannya dengan menuduh Wartawan telah melanggar bab 3 pasal 14 tentang kode etik Jurnalis karena menayangkan berita tersebut tanpa seijinnya, padahal sebelumnya dengan jelas sudah dilakukan konfirmasi dan memperkenalkan diri dari Media.

“Saya minta berita tersebut di takedown atau Saya akan ambil tindakan tegas, “pintanya seolah mengintervensi tugas peliputan jurnalistik.

Baca juga:https://terdepan.co.id/2020/04/24/siloam-hospital-cikarang-diduga-membisniskan-alasan-wajib-rapid-test-kepada-pengunjung-untuk-membayar/

Sebelumnya diketahui, Wartawan TERDEPAN menghubungi SA dengan baik-baik dan meminta ijin untuk konfirmasi kebenaran informasi yang beredar, bahwa Dirinya telah diminta untuk membayar biaya Rapid Test, usai melakukan kunjungan keluarga paisen ODP di Rumah Sakit Siloam-Hospital Lippo Cikarang dan dijawab melalui tulisan pesan WhatShap benar adanya.

“Iya memang, setiap pasien yang mau berobat ke Siloam harus Rapit Test dulu. Isi data diformulir terus bayar,  baru Rapit Test, kalau memang gratis seharusnya dideklarasikan Ka, ini kan hanya segelintir orang yang tau saja, termasuk Aku, Aku orang yang gak tau kalau ternyata Rapit Test itu for free, “ urainya kembali dalam pesan whatShap.

Untuk mencari tau kebenaran permintaan SA atas keberatan dalam pemberitaan yang sudah tayang, Redaksi mencoba mengkonfirmasi kembali pernyataan Wartawan dilapangan, melalui pesan WhatShap. SA hanya membaca, nampak terlihat dalam tanda Contreng Biru dan tidak menjawabnya.

Diketahui dalam informasi himbauan dari RS Siloam Hospital Cikarang tertulis, setiap keluarga pasien jenguk/pengunjung wajib Rapid Test dimulai pada tanggal 22 April 2020 dengan membayar sebesar Rp. 244.000.

“Mulai Senin 22 April 2020, Siloam Hospital Lippo Cikarang akan menerapkan safe dan clean Hospital. Setiap pasien/pengunjung yang datang ke rumah sakit wajib memakai Masker dan melakukan pemeriksaan Rapid Test COVID-19 berbayar, untuk pasien/pengunjung yang sudah melakukan Rapid Test Covid 19, wajib menunjukan  bukti skrining, “tulisnya dalam pesan Informasi yang mengatasnamakan management.

Hingga berita ini diunggah Tim belum mendapatkan nomor Humas maupun nomor Kepala Rumah Sakit Siloam Hospital Lippo Cikarang atas kebenaran dugaan teror nomor telepon dengan kode area 021 seperti yang disampaikan SA.

 

Redaksi

 #SiloamHospitalLippoCikarang

 

Pos terkait